Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Elena Bergaya Elsa

Elsa adalah salah satu karakter favoritnya.

Kristo

Suka sekali dengan Baymax

Wefie Berempat

Sayang gambarnya kurang naik

Momong Anak

Sepeda ini ecek2 tapi berjasa

Wefie

Ini sudah di-crop

Slider

Teman Hutang gak Dibayar?

Apakah Anda punya 'TEMAN"?
Tentunya hampir semua menjawab punya. Mungkin ada satu dua yang menjawab tidak punya, tapi saya tidak yakin bahwa ada orang yang tidak punya teman sepanjang hidupnya.

Lalu jika saya bertanya, Apakah Anda punya "HUTANG"
Lha ini agak sensitif. Tergantung orang yang ditanya, bisa jujur bisa juga tidak. Akan tetapi, yang pasti hampir semua orang punya hutang. Hutang tidaklah selalu negatif, misalnya cicilan rumah, cicilan kendaraan, iurang RT belum dibayar, Tagihan PAM, nah, itu semua sebenarnya hutang. 

Lebih lanjut, jika saya bertanya, Apakah Anda punya "HUTANG KEPADA TEMAN?"
Saya yakin bahwa hampir semuanya menjawab TIDAK. Spontan. Entah punya hutang kepada teman atau tidak, spontan akan menjawab TIDAK. 

Pertanyaan berikutnya, Apakah ada teman yang berhutang kepada Anda?
Nah, ini mungkin banyak yang menjawab IYA.

Hutang sesama teman adalah hal yang mungkin biasa terjadi, namun endingnya juga banyak yang bisa menduga, yaitu bahwa hutang itu tidak terbayar. Banyak cerita tentang ini. Berikut adalah sedikit ulasan tentang Hutang bawah tangan dan juga hal-hal yang menarik yang sering terjadi dalam peristiwa ini.

Pertama-tama, orang yang berhutang kepada teman, atau kenalan atau kolega dapat kita kelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu:
  1. Butuh. Mungkin kita bisa berdalih bahwa mau hutang karena butuh. Jadi orang yang hutang yang mestinya orang yang sedang membutuhkan dana. Iya, memang benar, tapi yang dimaksud dengan kelompok "BUTUH" adalah orang yang sedang memerlukan dana dalam jumlah tertentu, ketika orang tersebut sedang tidak mempunyai sumber daya yang cukup. Biasanya untuk keperluan mendadak, misalnya beli obat, biaya rawat rumah sakit, atau mendadak mendapatkan musibah dan lain-lain. 
  2. Mampu. Pada kategori ini, orang yang berhutang sebenarnya mampu, dalam arti mempunyai potensi memiliki uang, hanya saat ini mungkin belum dipegang. Orang pada kategori ini misalnya ingin mempunyai sepeda motor, tetapi belum mempunyai uang untuk membeli sepeda motor, meskipun sebenarnya mempunyai  gaji atau penghasilan yang cukup. Contoh lain ingin membeli rumah, mobil dan lain-lain.
  3. Modus. Nah kategori ketiga ini sudah jelas, yaitu memang orang yang berniat buruk atau jahat dengan cara meminjam uang. Memang dari awal sudah tidak mempunyai itikad untuk mengembalikan uang tersebut.
Lalu bagaimana kita mensiasati atau menanggapi ketika ada teman atau kolega atau kenalan yang mau meminjam atau berhutang kepada kita? Tips nya relatif jelas... tinggal kita balik ke 3 kategori orang yang mau meminjam uang kepada kita.

Pertama. Jika orang atau teman yang berhutang kepada kita adalah orang yang Butuh, maka sudah jelas bahwa jika Anda memberikan pinjaman, kemungkinan besar uang itu tidak kembali. Orang itu pinjam bukan untuk investasi, dan juga bukan karena punya potensi membayar hanya belum mampu membayar. Jika Anda memang tidak ingin membantu, katakan saja TIDAK. Ya, kita memang harus bisa mengatakan tidak jika memang diperlukan. Akan tetapi, jika Anda memang berniat membantu, maka berikanlah uang atau dana dan jangan terlalu berharap bahwa uang itu akan dikembalikan. Namanya juga membantu. Dibalikin ya syukur, tidak ya sudah....mau giman lagi. Jika Anda memilih tidak, jangan takut dibilang pelit kek, kikir kek...atau umpatan yang lain. Anda tidak berkewajiban membayar semua tanggungan teman atau kolega Anda. Anda bisa juga membantu semampu Anda, tetapi bukan termasuk hutang.

Kedua. Jika teman Anda adalah orang yang mampu, hanya saja belum tersedia dana, maka kemungkinan hutang terbayar lebih besar. Misalnya teman Anda mau beli HP pas ada diskon, akan dibayar nanti kalau sudah gajian. Ini juga sering terjadi. Tipsnya adalah, buatlah surat keterangan hutang. Ini terdengan tidak lazim. Mungkin kita akan dikira jahat karena curiga sama teman sendiri atau gimana--gimana...terserah. Jika Anda tidak berani membuat surat keterangan hutang bermeterai, ya jangan dipinjamkan. Tetapi jika Anda beranggapan bahwa, biarlah, nanti tidak dikembalikan juga tidak masalah, maka silahkan diberikan dan tidak usah baper kalau nanti hutang tidak dibayar oleh teman Anda.


Ketiga. Kategori yang ketiga, ini mungkin kita tidak tahu niat dari teman kita ini. Jadi ulasannya mirip paragraf di atas, yaitu dibuat surat keterangan agar nanti bisa jelas perkaranya. Atau kalau memang tidak bersedia, ya tidak usah diberi hutang.

Apakah hutang bisa dipidanakan atau diperkarakan atau diperdatakan?
Terus terang saya bukan orang hukum, jadi tidak terlalu tahu tentang hal ini. Akan tetapi yang pasti saya tahu bahwa urusan hukum juga memerlukan biaya yang tidak sedikit, banyak. Bahkan mungkin lebih banyak dari pada hutang temang Anda. So.....

Sedikit ngobrol, masalah hutang yang diperkarakan, katanya bisa jika ada beberapa hal yang terpenuhi. Jika korban hanya satu, maka diarahkan ke perdata. Ini bisa dianggap sebagai wan prestasi. Tapi bisa juga dibawa ke ranah pidana, jika dapat dibuktikan adanya niat jahat dari awal atau adanya unsur penipuan, misalnya pinjam buat berobat, tetapi digunakan untuk beli sepeda motor. Sedangkan jika korbannnya lebih dari satu, katanya bisa dibawa ke ranah pidana. Akan tetapi sekali lagi, biaya untuk urusan hukum juga tidak sedikit, jadi silahkan dipikir ulang ketika ingin membawa masalah hutang teman Anda ke ranah hukum.


Promo Domain .TOP 19 rb dan Multi Years

Pernahkah Anda melihat Promo Domain? Tentunya sudah, jika Anda memang mempunyai perhatian atau kompetensi dalam dunia Web dan sejenisnya. Di sini saya akan memberikan informasi tentang adanya Promo Domain yaitu Promo Domain .TOP yang hanya berharga Rp. 19 rb saja, aktif 1 tahun penuh, Full DNS. Tetapi yang menjadi fokus utama dari saya, selain harganya yang memang tergolong murah, adalah adanya Multi Years. Apa itu Multi Years?

Coba Anda lihat Promo Domain yang lain. Terserah di mana saja. Setelah itu, Anda chek, bisa dengan bertanya ke CS nya atau Anda coba order saja. Check apakah harga itu juga berlaku untuk tahun kedua, ketiga atau seterusnya?

Misalnya seperti ini, Anda menemukan sebuah Promo Domain, entah di mana. Misalnya harganya adalah Rp. 80 rb untuk domain tertentu. Lalu Anda coba order 2 tahun, 3 tahun, 4 atau atau maksimal 10 tahun lah. Lalu lihat apakah harganya juga kelipatan dari Rp. 80 rb? Jadi order dua tahun harganya Rp. 160 rb, order 3 tahun harganya Rp. 240 rb dan seterusnya.....

Hmmm....jarang yang seperti itu. Saya bilang jarang, mungkin ada, tapi jarang....

Nah, di sini saya menemukan hal itu, yaitu harga order multi years merupakan kelipatan dari harga promonya. Silahkan ke TKP. Di sini harga Promo Domain .TOP adalah Rp. 19 rb. Lalu ketika saya order 2 tahun, harganya juga kelihpatannya yaitu sebesar Rp. 38 rb. Demikian seterusnya sehingga jika order untuk jumlah tahun maksimal, yaitu 10 tahun, harganya juga hanya Rp. 190 rb.....

Silahkan buktikan sendiri. Tapi saya tanya, katanya ini memang hanya promo dan bersifat terbatas, artinya di masa mendatang mungkin tidak diberlakukan lagi sistem multi years ini.

Jadi ya...aji-aji mumpung lah.....  :) 

Ngeblog dengan Domain Sendiri! Mengapa Tidak!!!

Blog ini sebenarnya sudah relatif lama. Tapi blog ini memang bersifat pribadi jadi angin-anginan, kadang posting kadang tidak, kadang rajin posting kadang tidak. Baru saja saya chek, ternyata di tahun 2018 ini, baru ada satu postingan   :(   ini adalah postingan kedua di tahun ini.

Dorongan posting ini adalah karena ketika iseng-iseng browsing, tanpa sengaja nemu promo domain yang luar biasa murah, yaitu Domain ekstensi .web.id hanya seharga 9 rb rupiah saja. Iya benar cuma 9 rb rupiah aktif satu tahun. Domain web.id adalah Domain Khas Indonesia yang memerlukan syarat berupa upload KTP atau Pasport yang masih aktif. Yach..itu sih gak susah, KTP elektronik sudah tersedia dan jarang kepakai.

Dapatny info di sini. Mula-mula memang agak ragu-ragu. Domain aktif setahun kok cuma 9 rb saja, padahal syarat transfer minimal saja mungkin 10 rb rupiah...tapi setelah iseng-iseng lagi browsing lagi, ternyata memang banyak yang juga menawarkan hal yang sama, misalnya di sini. Jadi kayaknya memang ini program nasional. Mungkin dari pemerintah Indonesia sendiri untuk mempopulerkan domain Indonesia yang katanya masih kurang diminati oleh orang Indonesia sendiri. (ya lalu siapa yang akan menggunakan domain Indonesia)

Domain .web.id katanya diperuntukkan terutama untuk personal, jadi cocoklah untuk blog ini. Coba meluncur ke TKP dan ikut promonya, dapatlah nama domain yang dijadikan nama blog ini.

Lumayan bisa buat nebeng dikit, setidaknya satu tahun... Coba cari domain yang Anda inginkan

Nama Domain yang Anda inginkan:

Saya Pembunuh Haringga!!!!!

Lagi-lagi terjadi. Satu nyawa melayang lagi berkaitan dengan pertandingan sepak bola. Saya coba ingat-ingat, ini korban yang ke berapa yach?....tapi ternyata sulit sekali mengingat ini korban ke berapa... :( 

Sekitar April 2018 yang lalu, seorang bonek bernama Micko Pratama, juga tewas. Lebih lama lagi, Juli 2017, Ricko Andrean juga mengalami nasib yang sama. Ini hanya ingatan saya sepintas, mungkin ada lebih banyak lagi korban yang tidak sempat saya ingat, atau memang sengaja saya lupakan, atau bahkan saya tidak tahu.

Model dan runtutan peristiwanya secara garis besar juga sama. Setelah ada korban, lalu orang-orang beramai-ramai menyerukan perdamaian. Peace......Hentikan kekerasan. Stop pengeroyokan.....Tindak pelakunya.....bla...bla...bla.......

Setelah beberapa bulan, orang menjadi lupa lagi.....dan.....dengan agak sedih harus dikatakan, bahwa akan terjadi lagi peristiwa yang sama......

Sampai kapan ini akan terus menerus berulang.

Korban yang meninggal, entah dikeroyok entah tidak, adalah dibunuh....lalu yang membunuh siapa? SAYA...iya saya.....Jika itu adalah pengeroyokan, berarti saya tidak sendiri. ya memang tidak sendiri. Lalu siapa yang menjadi partner saya dalam melakukan pembunuhan? ya Anda. iya Anda yang sedang membaca tulisan ini. Kita.

Kita secara tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja, menjadi salah satu pengeroyoknya. Kita cuek dengan kondisi ini, Tidak ambil pusing, membiarkan anak kita berkendara secara ugal-ugalan, tidak menggunakan helm ketika naik motor, menerobos lampu merah ketika berkendara....dan banyak lagi perbuatan kita yang melanggar hukum tetapi kita anggap 'WAJAR'.

Itulah bibit dari vandalisme, arogansi, dan salah satu ujungnya adalah tidak ada penghargaan terhadap orang lain, bahkan nyawa orang lain.

Kita adalah rakyat, dan ketika menyebut rakyat, maka pemangku jabatan adalah termasuk di dalamnya. Pemimpin adalah dipilih rakyat dan berasal dari rakyat juga. Jadi kita semua, rakyat, masyarakat dan juga pemimpin-pemimpinnya, secara sengaja atau tidak sengaja, sadar atau tidak sadar adalah pelaku pengeroyokan terhadap Haringga, Micko, atau pun yang lain. Dan saya harap kita tidak bekerja sama lagi dalam pengeroyokan korban berikutnya.

#satir

Jadi Mitra UBER? Mengapa Tidak

Anda pasti sudah pernah mendengar UBER. Ya salah satu layanan transportasi online yang didirikan di San Fransisco tersebut memang masih menjadi leader di dunia untuk urusan transportasi online. Di Indonesia pun, UBER sudah hadir di berbagai kota, Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Solo, Pontianak, Bandar Lampung, Manado, Banyuwangi dan mungkin akan terus bertambah daftar kota di Indonesia yang tersedia layanan UBER.
Dalam hal ini Anda dapat memilih, menjadi penumpang (Rider) atau menjadi salah satu Driver yang membukan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang fantastis. Di Indonesia UBER, mungkin kalah pamor dengan kompetitor di beberapa kota di Indonesia, akan tetapi di dunia, UBER tetap masih nomor 1. Tertarik menjadi mitra UBER dengan menjadi Driver. Silahkan klik di sini.
Dengan mendaftar sekarang, Anda akan memperoleh reward sebear Rp. 100.000. Segera daftarkan diri Anda dan ikuti langkah-langkahnya. Kesempatan terbatas.


Semoga sukses.

Biaya Perpanjangan STNK Naik 300% Edan, Rezim GILA

Belum lama ini, jagad dumay dipenuhi oleh viral tentang kenaikan biaya perpanjangan STNK yang katanya mencekik! (prolog-nya cukup heboh nih). Katanya naik sampai 150% bahkan ada yang menulis sampai dengan 300%!!! Edddyaan…….terus ada lagi tambahan bahwa ini dikarenakan rezim ini atau itu yang…embuhlah…..aku males ngebaca-nya..

Detik pertama, saya langsung mikir, duh, kok naiknya banyak bingitzz….itu grobag othok owor bisa-bisa malah menjadi beban kalau naik 3 kali lipat…….lebih parah lagi, beberapa teman saya yang ekonominya jauh lebih baik (ditunjukkan dengan kendaraan yang lebih dari 1 buah) juga mengeluh…..lha..kalau dia mengeluh, gimana dengan saya…….haruskah berkeluh-keluh?

Rencananya tanggal 6 Januari 2017 kenaikan itu resmi diberlakukan. Nah, pada tanggal 5 Januari 2017, antrean perpanjangan STNK di Kawasan Simpang 5 Semarang benar-benar menggila.   Wuih….

Akhirnya, karena tanggal 17 Januari adalah batas ulang tahun grobag, maka Senin tanggal 16 Januari 2017 saya memberanikan diri ke SAMSAT untuk melakukan perpanjangan STNK. 

Antriannya sepi, bahkan cenderung kosong. Langsung saya ke counter dan langsung membayar…..lah….kok sama persis dengan yang tahun lalu……….detik kemudian, petugas counter berkata, tunggu sebentar Pak, nanti dipanggil lagi.
Agak dheg-dheg-an saya menunggu, takutnya nanti dipanggil untuk dimintai yang 2 kali lipatnya…..
Gak sampai 2 menit dipanggil lagi, dan disodori kuitansi seperti ini


“Ini kenaikannya ya Mas?” Tanya saya
“Iya pak,” jawab petugas counter tegas
“Lho Cuma Rp. 50 rb?” tanya saya agak heran.
“Iya Pak, mohon uang pas,” petugas itu sambil tersenyum memandang saya.

Saya segera membayar tambahan biaya tersebut, sambil berkata.”Lha kalau naiknya Cuma Rp. 50 rb kok kemarin ribut banget ya,,,pake acara mau demo, koar-koar di sosmed, pakai ngantri kayak gitu?”

Petugas cuma tersenyum sambil berkata,”Iya pak, mohon maaf ada antrian di belakang Bapak'.

Duh….ini yang salah siapa ya? Ternyata sekarang ada tambahan Rp. 25 Rb dan untuk mobil ada tambahan Rp. 50 Rb. Itu saja! Tidak ada tambahan lain.

Ada lagi yang naik yaitu biaya administrasinya, bukan biaya perpanjangan STNK. Jadi jika yang lama Rp. 50 rb naik menjadi Rp. 150 rb atau naik sekitar seratus ribu, per lima tahun. Dasar Bigot... itu pun untuk Bea Balik Nama bukan perpanjangan……

Makanya…tabayyun…tabayyun….check and re-check…jangan asal njeplak……


Grab di Semarang?

Saya adalah orang yang tinggal di Semarang, yang kebetulan berada di Yogyakarta tempat kelahiran saya. Saya memang rutin secara berkala berkunjung ke Yogya, karena selain merupakan kota kelahiran saya, juga sungkem kepada Ibu saya yang sampai sekarang tinggal di Yogyakarta.

Pada waktu itu, saya sekeluarga, dengan seorang istri dan dua anak saya (mudah2an tidak terbalik kata seorang dengan dua) akan bepergian ke rumah kerabat kami yang berada di daerah Bener, sekitar SMA N 2 Yogyakarta. Seperti biasa, navigator saya melihat peta andalannya untuk melihat traffic yang ada. “Wah, macet berat Bap!” kata navigator saya yang juga merangkap sebagai istri. Macet diidentifikasikan dengan warna merah merona di peta. Ya, sudahlah, daripada capet injak gas rem kopling, gas rem kopling, mending kita naik Go Car saja.

Ternyata cukup lama juga mendapatkan Driver Go Car yang stand by. Mungkin ini memang jam sibuk, karena dalam rangka liburan Natal 2016 dan Tahun baru 2017. Tapi akhirnya memang dapat juga meskipun posisinya agak jauh dan kami pun bersedia menunggu.

Waktu ngobrol di perjalanan, Driver malah bercerita memang biasanya cukup lama mendapatkan Driver Go Car, ini karena tidak ada sistem bonus, sehingga banyak Driver ‘memilih’ order yang lokasinya tidak terlalu jauh dari posisi semula. O, baru tahu saya. Berikutnya, Driver tersebut malah menyarankan jika terburu-buru untuk menggunakan Grabcar saja. Katanya, Grabcar ada sistem bonus, jadi Driver akan mengejar bonus itu dengan mengambil semua orderan yang masuk. O, masuk akal lah pikirku. Tapi ternyata saya dan istri saya belum menginstall aplikasi Grab karena memang di Semarang belum ada. Driver itu lalu memberikan informasi bahwa Grab akan hadir di Semarang pada Januari 2017 ini. 

Baiklah, kata saya. Nanti kalau sudah sampai Semarang, saya install Grab dan nunggu Januari 2017 untuk mencoba melakukan order.

Tapi…ini sudah Januari dan tanggalnya pun sudah 18. Ternyata tidak ada kabar bahwa Grab hadir di Semarang. Yah….tunggu saja


#Update, katanya sekarang Go Car ada sistem bonus lagi.

Quo Vadis PT Gojek Indonesia?

Beberapa hari ini, di jalan-jalan ada pemandangan yang 'sedikit berbeda' dibandingkan hari-hari sebelumnya. Lebih detail lagi, perbedaaan ini mulai Hari Sabtu kemarin, 13 Agustus 2016. Pemandangan apakah itu? Ya, berkurangnya warna hijau-hijau di jalan raya, terutama pada jam-jam sibuk. Rupanya tidak ada atau sedikit sekali driver Gojek yang berkeliaran berkendara di jalan raya. Ouw........ada apakah gerangan?

Usust punya usut, ternyata sejak 13 Agustus 2016 dini hari, PT Gojek Indonesia (PT GI) sebagai induk dari para driver Gojek merubah skema tarif yang cenderung menurunkan tarif Gojek, sehingga pendapatan driver akan menurun secara drastis. Lha kenapa diturunkan? Saya sendiri heran, sebagai satu dari sekian banyak pengguna jasa Gojek, tarifnya masih terjangkau untuk kantong-kantong tipis kayak kita-kita. Meskipun tidak setiap hari, saya dan istri saya pernah menggunakan jasa ini, setidaknya untuk mengantar saya ke bengkel, pernah membeli makanan, dari pada kepanasan keluar kantor, bahkan pernah nitip ngambilin barang lewat jasa driver. Dan setelah istri saya melakukan riset (duileee) ternyata pembayaran dengan Go-pay lebih murah dibandingkan cash.

Iseng-iseng saya browsing, lho kok malah dapat link yang menyatakan bahwa PT GI baru saja mendapatkan dana segar sebesar Rp. 7,2 T. Busyet.....itu duit semua ya? Lha habis dapat dana segar kok malah menurunkan tarif? Segera saja, saya yang lagi selow...langsung melayangkan imaginasi.

Tarif lama adalah Rp. 2500 per km dengan potongan 20% untuk PT GI sehingga driver mendapatkan sekitar Rp. 2000 per km. Uang sebanyak itu masih dipotong biaya bensin, perawatan motor, biaya telepon atau sms ke customer, biaya koneksi internet, dan masih banyak biaya lain, seperti biaya makan, atau risiko hilangnya hape, beli power bank dll. Saya pribadi, ketika menggunakan Gojek untuk jarak dekat sebesar Rp. 12 rb, selalu (mudah2an tidak salah) memberikan tambahan tips sebesar Rp. 5 rb. Ini bukan karena banyak uang, tetapi karena untuk jarak sampai dengan 6 km mereka hanya mendapatkan Rp. 12 rb jika menggunakan Go Pay.

Skema baru yang digunakan sekarang adalah Rp. 2 rb per km dengan tarif minimum katanya Rp. 8 rb. Jadi setelah dipotong 20% tinggal sekitar Rp. 1600 per km. Tarif minimum sebelum penurunan adalah sebesar Rp. 15 rb potong 20% atau Rp. 12 rb. Sekarang saya gak tahu yang Rp. 8 rb itu dipotong lagi gak :((((

Juga ada skema performance, sehingga driver lebih sulit untuk mendapatkan bonus harian. Skema ini juga tidak ada kejelasan pengukurannya. Katanya 15 atau 16 point dapat Rp. 80 rb dengan catatan jika beruntung! he he......

Intinya adalah bahwa pendapatan driver akan menurun secara drastis. Oleh karena itu para driver melakukan mogok tidak mengaktifkan aplikasinya sehingga banyak customer atau calon penumpang yang kesulitan mendapatkan driver. Untuk area Jakarta, customer bisa segera beralih ke provider lain, Grab misalnya,, tetapi untuk daerah Yogyakarta, Semarang atau daerah yang lain, ya terpaksa menggunakan moda transport yang lain atau malah membatalkan perjalanannya.

Kembali ke pertanyaan di atas, setelah mendapatkan dana talangan kok malah menurunkan tarif? Spekulasi saya adalah bahwa PT GI sedang bermetamorfosis menggunakan konsep Sharing Economy atau Sharing Asset secara lebih  tegas. Mungkin ini desakan dari si pemilik dana Rp. 7,2 T. Konsepnya mungkin akan mirip Airbnb atau Mealsharing atau yang sejenisnya. Jadi PT GI hanya bertidak sebagai broker atau penghubung saja. Salah satu buktinya adalah bahwa PT GI sekarang mengunakan sistem Assisgment, jadi ketika customer melakukan order, maka hanya ada 1 driver terdekat yang diberikan pesan, bukan kepada banyak driver seperti dulu. Jadi ke depannya, customer akan melihat driver yang dekat, lalu melihat profilnya,  lalu setuju atau tidak setuju menggunakan jasa driver tersebut. Jika tidak, bisa lihat driver yang lain atau menggunakan moda transportasi yang lain.

Ini hanya imaginasi saya. Ini mirip pengalaman kakak saya sendiri yang kebingungan di Krakow sana, dan karena agak gagap teknologi, akhirnya dibantu mencarikan penginapan oleh salah satu kerabat dari Jakarta. 

Nantinya, driver Gojek akan menentukan tarifnya sendiri. Kalau merasa motornya OK, ya pasang tarif agak tinggi, kalau merasa mukanya pas-pasan, yang jangan pasang tarif tinggi lah... :) PT GI akan mendapatkan prosentase dari nilai transaksinya. 

Dengan sistem itu, maka PT GI akan meniadakan sistem bonus. Sistem baru ini, juga sudah mempersulit driver dalam mendapatkan bonus dan nantinya akan benar-benar dihapus secara perlahan.

Jika imaginasi saya ini benar, maka para staf atau karyawan PT GI sebaiknya siap-siap bikin CV untuk apply ke perusahaan lain :(( PT GI tidak akan butuh karyawan sebanyak sekarang dengan sistem Sharing Economy.

Kapan ini dilaksanakan, sebelum saya mendapatkan informasi tersebut ehh...ternyata saya keburu bangun dari mimpi.....he he........

Salam satu aspal

Update: Hari ini, 16 Agt 2016 jumlah driver yang aktif relatif lebih banyak. Mungkin sekitar 15,2323874837438% dari total driver (komanya banyak biar dikira riset beneran)

Evolusi dan Perdebatannya

Hampir semua orang beriman (termasuk Anda tentunya) percaya bahwa semesta dan segala isinya adalah diciptakan oleh Sang Khalik. Suatu entitas yang serba maha, dan tidak ada yang tahu dari mana dia. Jika anda iseng masuk ke Yahoo id.answer, maka ketika ada pertanyaan Tuhan berasal dari mana, maka jawaban yang muncul kebanyakan adalah mendoakan yang bertanya agar insyaf. Aneh juga. Itu kan tidak menjawab pertanyaan. Mungkin yang menjawab tidak bisa menjawab, atau tidak berani memikirkan keberadaan Tuhan. Para perekayasa munculnya agama (Anda mungkin menyebutnya Nabi) sudah sadar betul dengan hal ini. Mereka juga tidak akan bisa menjawab dengan gamblang tentang keberadaan Tuhan. Jadi mereka mengatur skenario dengan memberikan dosa besar kepada orang yang bertanya tentang eksistensi Tuhan. He he he….
Anda jangan emosi dulu. Penulis blog ini juga percaya kepada Tuhan kok jadi tidak akan berani mengusik lebih mendalam lagi. Akan tetapi, ada beberapa hal yang mungkin agak berbeda dengan apa yang telah diyakini oleh kebanyakan orang beriman.
Sebenarnya ada cara lain untuk mengenal Tuhan, menghormati-Nya, termasuk menghormati alam ciptaan-Nya yang indah (meskipun akhir-akhir ini sering dirusak keindahannya oleh ulah ciptaan-Nya). Cara yang bukan berasal dari agama, tetapi dari Ilmu pengetahuan. Lho kok bisa. Bisa saja.
Banyak pertentangan tentang adanya evolusi. Penentang teori evolusi kebanyakan dari kalangan agamawan, dan, tentu saja, kurang memahami tentang sains. Di sini tidak akan diuraikan tentang teori evolusi secara detail, tetapi yang kita-kita orang awam tahu saja. Perhatikan, seberapa besar kemungkinan seorang bayi lahir. Jika ditilik dengan sedikit ilmu pengetahuan, sangat kecil, teramat sangat kecil. Setelah pasangan menikah, biasanya berapa lama pasangan wanita menjadi hamil. Atau dengan kata lain, setelah berapa kali mereka melakukan tindakan tidak senonoh J demi meneruskan generasi. Pastilah lebih dari satu kali. Secara statistik, sangat kecil kemungkinan muncul janin dari hubungan intercourse yang perdana.
Lebih jauh lagi, dari pelajaran biologi SMA kita tahu bahwa setiap kali ejakulasi, keluar jutaan sel hidup, tetapi akan hanya ada satu sel saja yang mampu membuahi sel telur. Tercatat ada sekitar 150 juta sel hidup yang dilontarkan oleh calon bapak setiap kali berhubungan. Secara guyon dikatakan, sel hidup yang berhasil membuahi pastilah sel yang paling aktif, paling impresif, paling lincah, paling gesit, paling pencilakan, paling nakal dan lain sebagainya. Anda lihat bahwa kemungkinan munculnya janin sangat kecil.
Setelah janin muncul, masih diperlukan waktu 9 bulan 10 hari lagi agar menjadi seorang bayi. Dalam kurun waktu itu, segalah sesuatu bisa mungkin terjadi. Tercatat, keguguran di kalangan ibu-ibu masih relatif tinggi. Fakta ini akan menurunkan kembali probabilitas adanya seorang manusia.
Tambahan lagi, proses ibu melahirkan juga merupakan proses hidup mati, baik ibu maupun si orok. Tingkat kematian ibu-bayi per valensi juga masih tinggi. Lagi-lagi ini menurunkan probabilitas adanya seorang manusia.
Jika dirunut lebih jauh, masih ada risiko kematian bayi atau anak di bawah usia 3 tahun. Sehingga probabilitas adanya seorang manusia dewasa lebih kecil lagi.
Anda lihat, begitu kecilnya kemungkinan adanya seorang manusia. Jadi kesimpulannya, manusia, siapapun dia, adalah sangat berharga. Kita mungkin tidak menyadari bahwa kita ini, masing-masing dari kita adalah suatu makhluk yang telah lolos menjalani seleksi alam yang begitu ketat, dan hanya sedikit sekali yang berhasil menjadi seperti kita.
Dengan fakta itu, jika anda tidak suka dengan orang lain, biarkan saja, tidak usah dibunuh karena dia adalah makhluk yang langka seperti anda. Jika anda melihat orang yang kelaparan dan sangat menderita, kasihanilah dia, karena dia merupakan individu yang telah lolos dari seleksi alam yang begitu ketat. Jangan pernah menyakiti orang lain karena itu berarti menyakiti jutaan sel hidup lain yang tidak mampu berenang mencapai sel telur.
Dari uraian tersebut, agak aneh jika ada orang yang mengatakan ‘dia layak untuk mati’. Berarti orang tersebut tidak menyadari akan pentingnya orang yang dianggap layak untuk mati tersebut. Nah, dari sains kita juga dapat bersikap menjadi seorang yang humanis. Suatu sifat yang kadang-kadang tidak dimiliki oleh orang yang mengaku dirinya punya agama.

(Disarikan dari Buku Cosmos, karangan Profesor Carl Sagan, seorang astronom yang sangat humanis, dan tentu saja, beragama) dari Perbedaan itu Indah