Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Elena Bergaya Elsa

Elsa adalah salah satu karakter favoritnya.

Kristo

Suka sekali dengan Baymax

Wefie Berempat

Sayang gambarnya kurang naik

Momong Anak

Sepeda ini ecek2 tapi berjasa

Wefie

Ini sudah di-crop

Slider

Penyebab Terjadinya Musibah Mina

MUSIM haji tahun ini belum berhenti lepas dari jalan penuh cobaan. Belum tuntas investigasi insiden jatuhnya crane di Masjidil Aqsa, terbakarnya hotel, rubuhnya tenda jamaah, kini datang lagi berita memilukan dari Makkah.

Setidaknya 220 orang dilaporkan tewas saat menjalani ritual haji di Mina, pada Kamis 24 September 2015.

Dilansir dari Aljazeera, tragedi ini terjadi karena jamaah sudah sangat berdesak-desakan di cuaca panas. Karena hal itu, banyak jemaah yang tak kuat dan jatuh, terinjak-injak dan meninggal.

Pihak pertahanan sipil Arab Saudi menyebutkan, jumlah korban tewas sangat mungkin bertambah.

Sementara jumlah korban luka sudah mencapai 400 orang. "Saat ini sedang dilakukan evakuasi," ujar aparat setempat. Dikabarkan KJRI juga telah pergi ke lokasi untuk ikut membantu evakuasi dan mencari korban yang berasal dari Indonesia.

Tragedi Mina Terulang Lagi

Tragedi Mina terulang lagi hari ini 24 September 2015. Pada tahun 1990 yang lalu korban tewas mencapai 1.426 orang. Sedangkan korban hari ini lebih dari 220 jamaah haji kehilangan nyawa dan jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah. Data juga menunjukkan setidaknya 450 lebih jamaah mengalami luka baik berat maupun ringan.

Kementerian Agama RI belum memastikan rincian jumlah korban tewas. Seperti ada tidaknya jamaah asal Indonesia yang menjadi korban insiden saat puncak haji di dekat Kota Makkah.

Namun tak bisa dimungkiri, hal itu mengingatkan pada tragedi desak-desakan di Terowongan Haratul Lisan, Mina, 25 tahun silam.

Saat itu, desak-desakan berujung kericuhan. Sebagian jamaah terinjak-injak hingga tewas. Kabarnya, 631 di antara korban tewas adalah jamaah asal Indonesia.

Kebanyakan korban merupakan para orangtua lanjut usia. Fisik mereka tak kuat dalam himpitan ribuan jamaah. Apalagi saat itu cuaca panas mencapai 44 derajat Celsius.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Tuty Alawiyah, saat kejadian pada 1990 hanya berjarak 100 meter dari lokasi. Beruntung, ia tak ikut celaka.

Kini, 25 tahun berlalu, bencana saat puncak ibadah haji terulang. Keluarga jamaah di Indonesia menunggu kabar terbaru.

KJRI ke Lokasi Lacak WNI yang Jadi Korban Tragedi Mina

Merespon kejadikan tewasnya ratusan jamaah haji dalam prosesi hari di Mina, Tim Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) turun ke lokasi untuk mencari apakah ada warga negara Indonesia yang ikut menjadi korban.

"Tim dari KJRI sudah ke lokasi. Sedang cari informasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat mengenai ada tidaknya WNI yang jadi korban," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lengkap mengenai insiden apa yang terjadi.

Diduga korban tewas karena terinjak-injak karena berdesak-desakan dalam prosesi haji pada hari yang bertepatan dengan peringatan Idul Adha 1436 H. Kejadian serupa pernah terjadi sekitar 25 tahun yang lalu. Waktu itu korban tewas diperkirakan sekitar 600 korban lebih.

Foto Update Tragedi Mina





Tim medis berusaha menolong para korban.

TRAGEDI MINA. Foto: Akun twitter resmi Direktur Jenderal Pertahanan Sipil Kerajaan Saudi Arabia @KSA_998

Berita Duka Dari Mina

Kabar duka kembali terdengar dari tanah suci. Sampai dengan pukul 16:00 WIB tanggal 24 September 2015 ini diperkirakan korban meninggal lebih dari 150 orang dan luka lebih dari 400 orang.

Sebanyak 2 juta umat Muslim baru saja menyelesaikan wukuf di Arafah dan Mina dan terjadi desak-desakan yang tidak terhindarkan. Bahkan menurut CNN, korban sudah meninggal lebih dari 200 orang.