Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Elena Bergaya Elsa

Elsa adalah salah satu karakter favoritnya.

Kristo

Suka sekali dengan Baymax

Wefie Berempat

Sayang gambarnya kurang naik

Momong Anak

Sepeda ini ecek2 tapi berjasa

Wefie

Ini sudah di-crop

Slider

30 December 2015

Evolusi dan Perdebatannya

Hampir semua orang beriman (termasuk Anda tentunya) percaya bahwa semesta dan segala isinya adalah diciptakan oleh Sang Khalik. Suatu entitas yang serba maha, dan tidak ada yang tahu dari mana dia. Jika anda iseng masuk ke Yahoo id.answer, maka ketika ada pertanyaan Tuhan berasal dari mana, maka jawaban yang muncul kebanyakan adalah mendoakan yang bertanya agar insyaf. Aneh juga. Itu kan tidak menjawab pertanyaan. Mungkin yang menjawab tidak bisa menjawab, atau tidak berani memikirkan keberadaan Tuhan. Para perekayasa munculnya agama (Anda mungkin menyebutnya Nabi) sudah sadar betul dengan hal ini. Mereka juga tidak akan bisa menjawab dengan gamblang tentang keberadaan Tuhan. Jadi mereka mengatur skenario dengan memberikan dosa besar kepada orang yang bertanya tentang eksistensi Tuhan. He he he….
Anda jangan emosi dulu. Penulis blog ini juga percaya kepada Tuhan kok jadi tidak akan berani mengusik lebih mendalam lagi. Akan tetapi, ada beberapa hal yang mungkin agak berbeda dengan apa yang telah diyakini oleh kebanyakan orang beriman.
Sebenarnya ada cara lain untuk mengenal Tuhan, menghormati-Nya, termasuk menghormati alam ciptaan-Nya yang indah (meskipun akhir-akhir ini sering dirusak keindahannya oleh ulah ciptaan-Nya). Cara yang bukan berasal dari agama, tetapi dari Ilmu pengetahuan. Lho kok bisa. Bisa saja.
Banyak pertentangan tentang adanya evolusi. Penentang teori evolusi kebanyakan dari kalangan agamawan, dan, tentu saja, kurang memahami tentang sains. Di sini tidak akan diuraikan tentang teori evolusi secara detail, tetapi yang kita-kita orang awam tahu saja. Perhatikan, seberapa besar kemungkinan seorang bayi lahir. Jika ditilik dengan sedikit ilmu pengetahuan, sangat kecil, teramat sangat kecil. Setelah pasangan menikah, biasanya berapa lama pasangan wanita menjadi hamil. Atau dengan kata lain, setelah berapa kali mereka melakukan tindakan tidak senonoh J demi meneruskan generasi. Pastilah lebih dari satu kali. Secara statistik, sangat kecil kemungkinan muncul janin dari hubungan intercourse yang perdana.
Lebih jauh lagi, dari pelajaran biologi SMA kita tahu bahwa setiap kali ejakulasi, keluar jutaan sel hidup, tetapi akan hanya ada satu sel saja yang mampu membuahi sel telur. Tercatat ada sekitar 150 juta sel hidup yang dilontarkan oleh calon bapak setiap kali berhubungan. Secara guyon dikatakan, sel hidup yang berhasil membuahi pastilah sel yang paling aktif, paling impresif, paling lincah, paling gesit, paling pencilakan, paling nakal dan lain sebagainya. Anda lihat bahwa kemungkinan munculnya janin sangat kecil.
Setelah janin muncul, masih diperlukan waktu 9 bulan 10 hari lagi agar menjadi seorang bayi. Dalam kurun waktu itu, segalah sesuatu bisa mungkin terjadi. Tercatat, keguguran di kalangan ibu-ibu masih relatif tinggi. Fakta ini akan menurunkan kembali probabilitas adanya seorang manusia.
Tambahan lagi, proses ibu melahirkan juga merupakan proses hidup mati, baik ibu maupun si orok. Tingkat kematian ibu-bayi per valensi juga masih tinggi. Lagi-lagi ini menurunkan probabilitas adanya seorang manusia.
Jika dirunut lebih jauh, masih ada risiko kematian bayi atau anak di bawah usia 3 tahun. Sehingga probabilitas adanya seorang manusia dewasa lebih kecil lagi.
Anda lihat, begitu kecilnya kemungkinan adanya seorang manusia. Jadi kesimpulannya, manusia, siapapun dia, adalah sangat berharga. Kita mungkin tidak menyadari bahwa kita ini, masing-masing dari kita adalah suatu makhluk yang telah lolos menjalani seleksi alam yang begitu ketat, dan hanya sedikit sekali yang berhasil menjadi seperti kita.
Dengan fakta itu, jika anda tidak suka dengan orang lain, biarkan saja, tidak usah dibunuh karena dia adalah makhluk yang langka seperti anda. Jika anda melihat orang yang kelaparan dan sangat menderita, kasihanilah dia, karena dia merupakan individu yang telah lolos dari seleksi alam yang begitu ketat. Jangan pernah menyakiti orang lain karena itu berarti menyakiti jutaan sel hidup lain yang tidak mampu berenang mencapai sel telur.
Dari uraian tersebut, agak aneh jika ada orang yang mengatakan ‘dia layak untuk mati’. Berarti orang tersebut tidak menyadari akan pentingnya orang yang dianggap layak untuk mati tersebut. Nah, dari sains kita juga dapat bersikap menjadi seorang yang humanis. Suatu sifat yang kadang-kadang tidak dimiliki oleh orang yang mengaku dirinya punya agama.

(Disarikan dari Buku Cosmos, karangan Profesor Carl Sagan, seorang astronom yang sangat humanis, dan tentu saja, beragama) dari Perbedaan itu Indah

16 December 2015

Papa Minta Saham: Sebuah Opini

Sebelumnya, penting untuk saya tegaskan bahwa tulisan ini adalah opini, sekali lagi opini, jadi bukan fakta apalagi berita. Kalau nantinya ada yang mengutipnya dan menjadikannya sebuah fakta maka yang mengutip dapat dipastikan koplak. Apalagi ada yang mengutipnya lalu menjadikannya sebuah berita, wah itu benar-benar koplak permanen. Mengapa ini perlu saya sampaikan? Karena memang banyak sekali orang-orang atau mungkin sekelompok orang yang suka sekali mengutip tulisan, entah dari mana, lalu memelintirnya seolah-olah menjadi sebuah fakta! Saya tidak perlu memberikan contoh tentang hal ini.

Meskipun sebuah opini, akan tetapi memang tulisan ini juga menyinggung tentang fakta. Tidak mungkin sebuah opini muncul tanpa adanya sebuah fakta. Fakta yang pertama yang ingin saya sampaikan adalah bahwa Kontrak Karya Freeport adalah berakhir pada tahun 2021. Ya…memang pada tahun itu baru berakhir sesuai kontrak yang telah disepakati bersama antara FI dengan pemerintah Indonesia sebelum pemerintahan Jokowi. Jadi, jika ada yang memelintir dan mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi memperpanjang kontrak FI sampai dengan tahun 2021 itu benar-benar koplak permanen dan akut.

Jokowi pernah berkata, jika tidak menghormati pemerintahan sebelumnya, maka FI sudah saya tendang sekarang. Itu benar adanya. Jokowi sendiri sudah beranggapan bahwa FI memang sangat merugikan Indonesia, oleh karena itu, Jokowi ingin menghentikan FI sekarang juga. Akan tetapi, itu adalah hal yang sangat sulit sekali. Kontrak mereka baru berakhir pada tahun 2021 dan negosiasi perpanjangan kontrak dapat dilakukan 2 tahun sebelum kontrak berakhir, yaitu pada tahun 2019. Oleh karena itu, jika Jokowi menghentikan sekarang, maka hampir pasti FI akan menuntut pemerintah Indonesia, misalnya melalui arbritase International, dan dapat dipastikan bahwa Indonesia akan kalah, karena memang sudah jelas sekali dalam kontrak, bahwa baru berakhir pada tahun 2021. 

Jokowi juga tidak dapat membuat suatu keputusan bahwa setelah tahun 2021 maka FI tidak boleh diperpanjang. Mengapa? Karena dalam klausul kontrak yang telah ada, negosiasi baru dapat dilakukan dua tahun sebelum kontrak berakhir, yaitu pada tahun 2019. Apakah keputusan kontrak tidak bisa dilakukan sebelum 2019? Boleh saja, asalkan tidak ada salah satu yang protes. Tapi jika salah satu tidak setuju, maka bisa protes dan keputusan itu bisa menjadi batal. Jadi Jokowi sekarang bisa apa? Ya tidak bisa apa-apa, selain memberikan warning bahwa FI tidak bisa diperpanjang, meskipun itu baru dapat diundangkan pada tahun 2019.

Nah, pihak FI tahu betul itu dan mereka pun tidak tinggal diam. Selama ini, FI selalu memperpanjang kontrak karya di Indonesia, karena memang menguntungkan. Kontrak dapat diperoleh dengan melalui perantara yang mempunyai akses kepada para pihak yang mempunyai wewenang untuk memperpanjang kontrak. Siapa itu? Nah dulu-dulu FI sudah hapal dengan orang-orang yang bisa diajak kerja sama untuk memperpanjang kontrak. Baru kali ini mereka bertemu dengan orang yang benar-benar Koplak, eh salah Koppig (ini benar gak ejaannya) yaitu Jokowi. Presiden sekarang benar-benar keras kepala dan mengatakan tidak akan memperpanjang kontrak. FI berusaha untuk mencari siapa saja yang mampu melunakkan hati si Koppig agar mau memperpanjang kontrak. Berapa pun akan dibayar asal bayarannya masuk akal dan ada jaminan diperpanjang.

Pada saat inilah, masuk SN yang memang sudah pakar dalam melakukan lobi-lobi. Ini terbukti dari sejarah, sejak jaman kasus Bank Bali, dan berbagai kasus lain yang selalu berhasil dilakukan SN. Pihak FI pun terbuka dengan siapa saja yang mampu memuluskan perpanjangan kontrak. Hanya sayangnya, setelah dipikir-pikir permintaan SN terlalu tinggi dan juga tidak ada jaminan bahwa kontrak akan diperpanjang. Ini bisa menjadi masalah serius, ketika biaya sudah dibayarkan, ehhhh kontrak tetap tidak diperpanjang oleh Si Koppig. Nah…untuk keluar dari masalah ini, direkamlah pembicaraan atau obrolan terus dipublish……

Saat tulisan ini ditulis, sedang ada sidang MKD tentang nasib SN karena dianggap telah melanggar kode etik dengan bertemu atau mengatur pertemuan dengan pengusaha dan juga mencatut nama Presiden dan Wapres. Saya tidak tahu hasilnya. Tapi yang jelas, ribut-ribut ini tidak akan lama. Paling sekitar Maret 2016 isu ini sudah hilang, tertimpa oleh isu lain. Nah pada saat itulah, FI akan aktif lagi mencari calo atau siapa saja yang sanggup membantu untuk melunakkan hati Si Koppig agar mau berkenan memperpanjang.

Saya sendiri berani bertaruh, bahwa nantinya FI akan tetap diperpanjang, entah berapa lama perpanjangannya. Apakah saya beranggapan bahwa Jokowi tidak koppig? Bukan itu. Jokowi sebenarnya juga membuka perpanjangan asal menguntungkan Indonesia. Apa itu? Ya silahkan browse sendiri lah, misalnya pembagian hasil lebih tinggi, ada smelter dan lain-lain. Saya yakin bahwa akhirnya FI akan luluh mengikuti kemauan Jokowi untuk bisa memperpanjang kontrak, akan tetapi dengan embel-embel menguntungkan rakyat Indonesia


Ini opini lho…….